Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PENYAKIT YANG SERING DIALAMI KUCING PERSIA

Karena banyak faktor, seperti kondisi fisik atau usia dan makanan atau bahkan kondisi psikologis (mental) tidak hanya manusia tetapi juga hewan bisa sakit salah satunya adalah kucing. Lalu apa saja jenis penyakit yang paling sering menyerang kucing dan bagaimana cara pengobatannya?

PENYAKIT YANG SERING DIALAMI KUCING PERSIA

Jenis penyakit yang paling sering dialami kucing

Penyakit kucing bisa bermacam-macam bentuknya tidak hanya demam biasa atau muntah-muntah. Berikut adalah penyakit yang paling umum pada kucing:

1. Kanker

Dilansir dari ASPCA, kanker adalah jenis penyakit di mana sel-sel dapat menyerang jaringan tubuh secara tidak terkendali dan menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya. 

Kanker pada kucing dapat berkembang di satu area atau menyebar ke seluruh tubuh. Jenis kanker yang terjadi pada kucing adalah kanker kulit dan limfosarkoma atau limfoma (LSA). 

Faktor genetik dan lingkungan seringkali menjadi dua penyebab utama kanker kucing.

Gejala kanker pada kucing

Gejala kanker pada kucing meliputi:

  • Timbulnya benjolan pada area tubuh tertentu
  • Terjadi pembengkakan
  • Mengalami bau mulut kucing
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Kucing kehilangan selera makan
  • Mengalami diare
  • Sering muntah-muntah. 

Cara mengobati kanker pada kucing

Jika kucing Anda menderita kanker perawatannya akan tergantung pada jenis dan stadium penyakitnya. Diagnosis dapat menentukan apakah pembedahan atau kemoterapi saja diperlukan.

Keberhasilan pengobatan juga harus didasarkan pada jenis dan stadium kanker serta agresivitas pengobatan. Perawatan paliatif seperti minum obat pereda nyeri juga bisa menjadi pengobatan alternatif.

2. Diabetes 

Diabetes mellitus pada kucing adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin atau respons yang tidak memadai terhadap insulin.

Diabetes biasanya terjadi setelah kucing makan makanan tertentu. Karena kekurangan insulin sistem pencernaan tidak dapat memecah makanan menjadi bagian-bagian yang berbeda termasuk glukosa yang mengalir ke aliran darah ke seluruh bagian tubuh.

Jika kucing tidak dapat memproduksi insulin dengan baik gula darah akan naik. Hal ini dapat menyebabkan gula darah tinggi. Ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lain bagi kucing jika Anda tidak segera mengobatinya.

Gejala diabetes pada kucing

Berikut ini adalah beberapa gejala kucing yang menderita diabetes:

  • Perubahan nafsu makan, bisa meningkat atau justru menurun 
  • Terjadi penurunan berat badan
  • Kucing selalu merasa haus yang berlebihan 
  • Kucing selalu buang air kecil 
  • Ketika bernapas sangat berbau yang tidak biasa 
  • Kucing selalu terlihat lesu 
  • Kucing mengalami dehidrasi yang parah 
  • Mengalami infeksi saluran kemih. 

Cara mengobati diabetes pada kucing

Diabetes seringkali lebih berhasil diobati jika terdeteksi pada tahap awal. Pengobatan yang bisa diberikan jika kucing mengalami diabetes adalah suntikan insulin, melakukan program diet atau mengonsumsi obat-obatan. 

Selain itu, bagi kucing penderita diabetes penting untuk menerima suntikan harian dan melakukan jadwal makan yang rutin setiap harinya. 

3. Cacing hati



Penyakit ini disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi. Cacing hati atau heartworm diakui sebagai penyebab utama masalah kesehatan pada kucing domestik. Penyakit ini dapat menyebabkan sakit paru-paru pada kucing.

Gejala cacing hati pada kucing

Sama seperti penyakit lainnya, kucing yang sudah terinfeksi cacing akan mengalami beberapa gejala spesifik, seperti: 

  • Kucing mengalami batuk terus menerus 
  • Mengalami kesulitan bernapas seperti terengah-engah, mengi atau mulut terbuka. 
  • Mengalami depresi 
  • Kehilangan selera makan 
  • Terjadinya penurunan berat badan 
  • Bahkan juga mengalami muntah sporadis
  • Terburuknya juga bisa mengalami kematian mendadak. 

Cara mengobati cacing hati pada kucing

Tidak ada pengobatan obat yang disetujui untuk cacing hati pada kucing dan hampir tidak berbeda dengan pengobatan untuk penyakit lain. Anti infeksi dapat digunakan pada anjing tetapi tidak direkomendasikan untuk mengobati kucing.

Tetapi, kucing yang terserang penyakit cacing hati atau heartworm ini seringkali dapat dibantu dengan perawatan dokter untuk menstabilkan dan menentukan rencana pengelolaan jangka panjang.

Hingga saat ini rata-rata dokter hewan merekomendasikan untuk rawat inap dengan treatment infus intravena dan obat-obatan untuk mengobati gejala paru dan jantung. Namun ada beberapa orang yang menyarankan pembedahan untuk menghilangkan dan mengangkat cacing tersebut.. 

4. Rabies

Rabies adalah infeksi serius pada sistem saraf yang disebabkan oleh virus rabies. Ini adalah penyakit virus yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang semua mamalia termasuk kucing anjing dan manusia.. 

Gejala rabies pada kucing

Dikutip dari gooddoctor Sebagian besar hewan yang terinfeksi rabies menunjukkan tanda-tanda gangguan sistem saraf pusat yang biasanya berdampak pada perubahan perilaku secara tiba-tiba, serta kelumpuhan. 

Perubahan perilaku ini termasuk kehilangan nafsu makan secara tiba-tiba, tanda-tanda ketakutan atau lekas marah dan emosi yang berlebihan. Dan juga perilaku kucing Anda yang suka menyendiri atau tidak ramah seperti sebelumnya. 

Cara mengobati rabies pada kucing

Tidak ada pengobatan untuk kucing dengan infeksi rabies. Jika dicurigai rabies kucing harus dikarantina dan dicegah melarikan diri atau melukai seseorang. Dokter hewan juga diwajibkan untuk memberi tahu otoritas pengatur penyakit hewan.

5. Feline Leukemia Virus (FelV)

Penyakit ini sangat fatal sebab FeLV melemahkan sistem imun/kekebalan hewan dan membuat kucing rentan terhadap infeksi penyakit yang serius, termasuk anemia, penyakit ginjal, dan kanker getah bening. Anak kucing yang berusia kurang dari satu tahun paling rentan terhadap virus ini. 

Gejala FeLV pada kucing

Selama tahap awal infeksi, biasanya kucing tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit sama sekali. Namun, seiring waktu kesehatan kucing yang terinfeksi dapat semakin memburuk atau mungkin mengalami siklus penyakit dan kesehatan yang berulang seperti: 

  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Mengalami demam
  • Infeksi saluran pernapasan atas 
  • Diare dan muntah
  • Alami kejang-kejang 
  • Terjadi perubahan perilaku 
  • Penglihatan atau masalah mata lainnya. 

Cara mengobati FeLV

Saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk kucing yang terinfeksi FeLV. Tidak ada pengobatan untuk menghilangkan virus dari tubuh. Kebanyakan kucing yang terinfeksi FeLV akhirnya mati atau memerlukan euthanasia manusiawi karena penyakit yang terkait dengan infeksi mereka. 

Namun banyak juga kucing dengan FeLV yang membaik dengan pengobatan simtomatik. 

Tag Artikel #kucing sakit #penyakit kucing persia #sakit kucing

Post a Comment for "PENYAKIT YANG SERING DIALAMI KUCING PERSIA"